Category Archives: Uncategorized

PELATIHAN KEPEMIMPINAN

PELATIHAN KEPEMIMPINAN

Pelatihan Kepemimpinan merupakan KEBUTUHAN bagi perusahaan maupun individu dalam mengembangkan potensi kepemimpinan baik itu di level supervisor, Manager, maupun Direksi atau Entepreneur.  Beberapa perusahaan memang sudah mewajibkan, bahkan, kepada seluruh karyawan mulai level supervisor hingga Pimpinan tertinggi, mengingat pelatihan  ini memiliki dampak positif dan vital bagi perusahaan.

Sejak berdirinya, kami sudah sangat sering menyelenggarakan pelatihan ini, baik yang dilaksanakan di Jakarta maupun tempat tempat lain di Jabodetabek bahkan hingga ke luar kota seperti Kalimantan, Indramayu, Surabaya, Medan dan Maluku.  Baru-baru ini, SELARAS Consulting menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan untuk level asisten manajer dan Manajer di lingkungan salah satu perusahaan BUMN ternama di Indonesia. Dengan pengorganisasian yang profesional, alhamdulillaah, pelaksanaan berlangsung dengan baik dan excellent.

Pelatihan Kepemimpinan dilaksanakan dengan menggunkan tiga metode yaitu indoor, outdoor dan asesmen.  Metode Indoor Experiential Learning dan Outdoor Experiential Learning. Dengan mengabungkan tiga metode ini, SELARAS Consulting  berupaya untuk meningkatkan kemampuan (Kompetensi) peserta dalam hal kepemiminan yang mencakup 6 aspek sekaligus mendapatkan gambaran (capturing) perilaku (behavior) dari setiap peserta atas respon terhadap perlakuan yang mereka dapatkan selama pelatihan kepemimpinan berlangsung selama 4 hari 3 malam.

Berikut testimoni dari beberapa peserta terkait pelatihan kepemimpinan yang sudah berjalan :

testimoni pelatihan kepemimpinan

Testimoni Pelatihan Kepemimpinan

testimoni EE3 PLN (3)testimoni EE3 PLN (7)

 

 

TRAINING LEADERSHIP SPEKTAKULER DI JAKARTA

TRAINING LEADERSHIP SPEKTAKULER DI JAKARTA

Training Leadership Reguler di Jakarta

Training Leadership Reguler di Jakarta

Alhamdulillaah, Pada Tahun 2015 ini, SELARAS Consulting membuka kelas Reguler untuk program Training Leadership.  Hal ini kami lakukan tiada lain sebagai bukti dari Concern kami kepada permintaan kebutuhan Klien-klien kami akan Training Leadership ini.

Dengan mengusung konsep “The Accountable Leader”, SELARAS Consulting menyelenggarakan Training Leadership untuk peserta maksimal 30 orang per Batch-nya, yang akan dimulai pada bulan Mei 2015 ini berlokasi di Hotel Mercure di kawasan Jl. TB Simatupang Jakarta. Berikut ini adalah Flyer terkait dengan informasi Training Leadership di Jakarta untuk Anda.  Selamat Bergabung dan Booking Segera ! Dan Dapatkan Early Bird Investment!

Marketing :

Tlp : 021-7827623 (Hunting)SMS : 08777-1606-103WA :  087-781-474-663

KEKUATAN MENERIMA

Kekuatan MenerimaBahkan sambel yang pedas pun akan tersa nikmat karena kita bersedia menerima rasa pedasnya. Cubitan dari sang kekasih yang sakit pun akan terasa nikmat karena kita mau menerima rasa sakitnya…

Sahabatku, kalau kita ingin diterima amal ibadah kita oleh-Nya, maka kita harus terus berusaha menerima semua keputusan-Nya

Terima keputusan-Nya: terima Perintah-Nya, terima Larangan-Nya, terima Jodoh Anda, terima Kehidupan Anda, terima berbagai masalah Anda

Terima berbagai kecewaan yang Anda rasakan, terima bahwa orang lain tak pandai mencintai dan menghargai Anda

Terima saja dulu, lalu KOSONGkan diri Anda dari berbagai analisa sang pikiran, ambillah JEDA, bernafaslah dgn teratur, berdzikirlah

Jika Anda menerima hidup Anda, maka Anda akan diterima oleh kehidupan, diterima oleh-Nya. Insya Allah …

Sahabat Sukses Berkah,

 

Kang Zain @SELARAS Consulting

Membangun Karakter Positif

Membangun Karakter Positif

Membangun Karakter Positif merupakan hal sudah semestinya kita lakukan, baik untuk diri kita, karyawan kita, keluarga kita, terutama anak-anak kita.  Dalam dunia yang sangat dinamis ini, sudah sepantasnyalah hidup kita pun harus dinamis dan terus berubah kearah yang lebih baik (positif) seiring dengan perubahan zaman.  Dengan demikian, eksistensi kita di dunia ini akan terus berlanjut dan tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri.  Pentingnya pendidikan/training membangun karakter positif dari mulai anak-anak hingga kita dewasa merupakan salah satu upaya diri kita dalam program Change Management.  Karena, jika kita tidak menanamkan mindset positif dalam fikirn kita yang merupakan akar dalam pembangunan karakter positif, maka kita akan selalu memandang negatif terhadap perubahan yang kita hadapi, baik secara langsung yang kita rasakan, ataupun yang secara tidak langsung.

Membangun Pikiran Positif

Membangun Pikiran Positif

Masa kanak-kanak merupakan bagian terpenting dari seluruh proses pertumbuhan manusia, karena pada masa itulah karakter dasar seseorang dibentuk, baik yang bersumber dari fungsi otak (IQ), emosional (EQ), maupun spiritual (SQ). Berkualitas atau tidaknya seseorang pada masa dewasa sangat dipengaruhi oleh proses pengasuhan dan pendidikan yang diterima pada masa kanak-kanaknya, bahkan sejak dalam kandungan.

Dalam Training Membangun Karakter Positif (Character Building Training) yang kami selenggarakan, dibahas pentingnya mendidik anak dengan penuh cinta dan kasih sayang dan pentingnya membentuk pola pikir positif karena hal itu akan memberikan pengaruh positif dalam perkembangan karakternya. Dalam agama pun sangat menekankan kepada para orangtua untuk memenuhi hak-hak anak, seperti pendidikan, perlakuan lembut, serta perawatan dan pemeliharaannya. Dengan mengikuti Training Character Building selain mendapatkan wawasan lengkap seputar pendidikan karakter dan cita-cita membangun keluarga sakinah, organisasii / perusahaan yang bermoral dan berkarakter mulia, Anda juga diajak untuk menjadi Pemimpin yang baik di lingkungan Rumah, Organisasi, Perusahaan, banyak memberi dan bukan menuntut, mengasihi dan bukan menyakiti. Sangat menginspirasi!

Untuk reservasi Program Training Character Building, Hubungi Team Marketing kami di 021-7827623 (Hunting).

Team Building : Membangun Tim yang Solid

Team Building : Membangun Tim yang Solid

Team building adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk mengembangkan kerja kelompok dalam suatu organisasi. Ahli-ahli ilmu sosial menyebut kelompok adalah suatu kumpulan orang yang terdiri dari dua atau lebih yang berinteraksi dengan stabil dan diantara mereka mempunyai tujuan yang sama serta menganggap kelompok itu sebagai kelompoknya sendiri (merasa memiliki). Walaupun tak dapat disangkal bahwa ada beberapa kegiatan/aktifitas yang mungkin lebih efisien bila  dikerjakan  oleh perseorangan, namun banyak sekali masalah yang bersifat terlalu luas dan terlalu kompleks untuk ditangani oleh satu orang. Dalam hal ini kerja team pada manajemen dapat memberikan hasil akhir yang lebih efektif dibanding dengan kerja perorangan.

KARAKTERISTIK KELOMPOK/TIM

 Karakteristik Kelompok atau Tim:

  1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
  2. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
  3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
  4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
  5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.

Mengapa Diperlukan Team Building ?

 Pada prinsipnya kita memerlukan team building untuk memperbaiki kinerja kelompok yang kita miliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan team building, antara lain:

  1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
  2. Pucuk pimpinan yang jarang berfikir dan bertindak sebagai bagian  sebuah kelompok.
  3. Terjadi kurang pengertian antar sesama anggota kelompok,  tidak ada arahan  dan semangat  kerja yang timbul dalam suatu kelompok,  sehingga kelompok  kehilangan arah kerja.
  4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat bekerja bersama dalam kelompok.
  5. Kurangnya rasa percaya diri antar sesama anggota tim, tidak dapat dicapai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktahuan akan  kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota tim.

 

MANFAAT MEMBANGUN TIM

 Team building  yang dilakukan secara benar dan berkesinambungan akan memberikan hasil perubahan yang seringkali jauh lebih baik dari dugaan semula.

 Manfaat atau hasil yang dirasakan : 

 Bagi pimpinan tim /kelompok:

  1. Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif
  2. Pimpinan tim mampu menyesuaikan gaya kepimimpinannya, dengan lebih memperhatikan kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan kepentingan pribadi
  3. Terdapat apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim terhadap kebutuhan anggota tim dan bagian-bagian dalam tim.
  4. Pimpinan menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi  secara langsung kepada anggota tim sehingga terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara pimpinan dan anggota tim.
  5. Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami prakasa anggotanya.
  6. Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap sasaran kerja dan memiliki harapan yang lebih besar.

 Bagi individu anggota tim /kelompok :

  1. Sebagian besar individu memiliki pendekatan yang lebih persuasif, toleransi menjadi lebih tinggi dan memiliki kepercayaan untuk mengajukan argumentasi tanpa terikat oleh hirarki.
  2. Komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok menjadi lebih bebas  dan terbuka, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan kelompok.
  3. Terdapat “ruang “ yang lebih terbuka untuk mengakui beberapa kelemahan-kelemahan pribadi, bahkan kadangkala tidak jarang yang mengundurkan diri karena kesadaran diri (ini bukan penyelesaian yang diharapkan).
  4. Banyak masalah antar pribadi sesama anggota tim/kelompok yang selama ini mengganjal dapat dipecahkan dengan lebih mudah karena keterbukaan semua anggota tim.

 Bagi pelaksanaan  kerja tim/kelompok :

  1. Pertemuan tim/kelompok menjadi lebih terstruktur dan efektif.
  2. Hasil   yang diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik kepada sesama peserta.
  3. Terjadi perbaikan kerja dalam mencapai sasaran,  peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional.
  4. Tingkat komunikasi dalam dan antar kelompok menjadi lebih komprehensif dan efektif, walaupun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.
  5. Komitmen yang lebih kuat terhadap sasaran-sasaran baru.
  6. Terciptanya otonomi yang lebih besar pada tingkat manajer.

Lebih banyak waktu digunakan untuk bekerja sama dengan kolega dan bekerja sama dalam mencapai tujuan.

Tips Motivasi : Coba Lagi

Tips Motivasi: Coba Lagi

Jangan Menyerah, kedua kata ini seringkali kita dengar sebagai penyemangat.
Tips motivasi yang sederhana namun sulit diterapkan. Jangan menyerah terkadang malah membuat kita ingin menyerah saja. Itu karena seringkali alam bawah sadar menangkapnya secara afirmatif. Proses berpikir secara kognitif berbeda dengan implan memori yang sugestif. Biasanya, sugesti dalam suatu kalimat afirmasi diterima oleh alam bawah sadar secara sederhana dengan menghilangkan indikasi negasi seperti kata tidak, bukan, dan sebagainya.
Sama seperti ketika seseorang disuruh untuk tidak membayangkan awan putih, namun di otaknya malah tergambar awan putih. Itu sebabnya visualisasi dalam otak tidak bisa menggambarkan ide yang negatif seperti ketiadaan awan melainkan bayangan awan itu sendiri yang diimajinasikan.
Begitu juga orang yang berusaha berhenti merokok, jika dia ingin berhenti merokok sebaiknya mengucapkan afirmasi: ingin hidup lebih sehat, bukan berafirmasi dengan kata-kata: tidak merokok lagi. Maka dari itu, cara afirmasi atau sugesti diri yang baik adalah dengan menggunakan kalimat yang positif. Jadi, jangan bilang jangan menyerah. Tapi: Ayo coba lagi!
Selanjutnya, berapa banyak orang yang langsung sukses pada kesempatan pertama? Sangat jarang bukan? Keberhasilan biasa diraih dengan beberapa kali berusaha pantang menyerah. Beberapa rintangan dan kegagalan dapat dievaluasi serta diperbaiki dalam upaya yang kedua, ketiga, dan seterusnya sampai berhasil.
Misalnya seorang sales representative yang ingin mencoba menjual produknya kepada prospek. Seorang pengusaha start-up yang ingin mencoba mendapatkan modal dengan melakukan presentasi ide bisnisnya kepada beberapa calon investor. Atau seorang karyawan yang ingin melaksanakan instruksi atasannya dengan mengeksekusi tugas-tugas yang menantang dalam lingkungan kerjanya.
Kita semua bisa saja kurang motivasi dengan adanya kemungkinan penolakan dan kegagalan. Tapi kita harus terus berusaha dan just do it! Coba saja, coba lakukan kembali dengan perbaikan, dan coba terus sampai menghasilkan kinerja yang memuaskan adalah tips motivasi yang lebih unggul supaya kita jangan mudah menyerah. Jadi, kalau kita ingin memotivasi diri supaya tidak mudah menyerah; ucapkanlah “Coba Lagi!”
Memang ada orang bijak yang berkata bahwa tidak ada yang namanya coba-coba, yang ada hanyalah lakukan atau tidak sama sekali. Tapi sebenarnya, dengan mengatakan coba lagi, berarti kita bisa mengatasi masalah mau atau tidak mau dan bisa atau tidak bisa. Motivasi yang kurang disebabkan oleh karena keenganan bertindak atau juga keragu-raguan.
Ada orang yang tidak mau melakukan sesuatu tetapi sesuatu itu harus atau sebaiknya dilakukannya. Ada juga yang ingin melakukan sesuatu tapi tidak bisa, mungkin karena kurang pengetahuan atau pengalaman. Dengan tips motivasi untuk mulai saja mencoba melakukannya, seseorang bisa termotivasi untuk tetap bertindak apapun hambatannya.
Entah karena tidak mau atau enggan sehingga menunda-nunda atau merasa ragu-ragu karena kurang pemahaman, istilah untuk mencoba bisa menjadi tepat dalam memicu sebuah tindakan. Dan jika gagal karena suatu dan lain hal? Coba lagi!
Sumber : @rezawismail

Pelayanan Prima : Proses selanjutnya adalah Pelanggan Saya

Proses selanjutnya adalah Pelanggan Saya

 Sahabat yang diberkahi Tuhan,

Dalam pemahaman kita, pelanggan adalah RAJA. Pelanggan adalah orang/lembaga yang harus kita berikan pelayanan sebaik-baiknya, atau yang sering kita dengar istilah “Pelayanan Prima” atau istilah lebih keren lagi “Customer Service Excellent”.  Lantas, bagaimanakah ukurannya bahwa pelayanan yang kita berikan itu sudah Prima atau Excellent? Jawabannya, jika kita mengacu pada berbagai literature, ada pada CSI (Customer Satisfaction Index) atau Index Kepuasan Pelanggan, yang didapat dari hasil penelitian melalui penyebaran kuesioner atau interview 360®.

Lebih luas lagi, dalam konteks Total Quality Management (TQM), gayanya Orang Jepang, bahwa Pelanggan kita adalah terdapat pada semua lini proses.  Setiap bagian/orang yang melakukan proses setelah kita adalah pelanggan kita.  Jadi pelanggan dalam hal ini, tidaklah hanya end user atau pembeli/pengguna  produk jadi perusahaan kita.  Atau dalam istilah TQM dikenal dengan sebutan kerennya “Next Process is Our Customer”.

Sebagai contoh, misalnya sesorang yang berada dibagian Pengiriman Dokumen (Kurir) yang tugas utamanya adalah mengirimkan dokumen sesuai dengan order yang diberikan pemesan.  Nah sebagai seorang Kurir yang memahami konsep diatas dengan baik, maka dia akan melakukan pengentaran dokumen dengan cepat, tepat, dan rapi  tentunya.  Namun, Dia tidak hanya berhenti disitu, Dia juga akan segera menyampaikan pesannya (baik scr sistemik maupun manual) kepada si pemberi order, dalam bentuk informasi bahwa dokumen sudah terkirim kepada tujuannya dengan melampirkan copy bukti tanda terima dengan cara, bahasa, dan komunikasi yang dipahami dan diterima olehnya.   Dengan demikian, baik pelanggan akhir (penerima dokumen) maupun si pemberi order dalam hal ini kedua-duanya adalah merupakan pelanggan si Kurir tadi akan mendapatkan “pelayanan prima” dari si Kurir.

Harapannya adalah dengan berjalannya konsep tersebut, maka akan menghasilkan yang namanya “The Quality of Process” sehingga ujung-ujungnya akan menghasilkan “The Quality of Result”.

Nah, Sahabat yang diberkahi Tuhan,

Sudahkan kita melayani setiap pelanggan kita dengan baik dan sesuai dengan konsep pelayanan prima? Kalau belum, mari kita telaah setiap proses yang ada di perusahaan kita.  Dan pastikan bahwa setiap orang melakukan dan menerapkan konsep “Next Process is Our Customer” – Proses selanjutnya adalah Pelanggan Saya.

 

Salam Sukses  Berkah,

 

Helmy Gania